GuidePedia

0
PKS KepriMenanggapi tindakan Wimar mengunggah foto tokoh dan logo sejumlah partai dan organisasi Islam yang disejajarkan dengan sejumlah tokoh terorisme, anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf mengatakan hal itu adalah tindakan penghinaan dan pelecehan, serta pencemaran nama baik.

Karena itu, Wimar dapat saja dikenai sanksi berdasar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Muzzammil mengatakan, permasalahan utama yang menimbulkan berbagai reaksi dari para anggota PSK lebih terkait dengan ungkapan yang dituliskan Wimar, terutama penggunaan kata rogues.

“Kalau hanya gambar, mungkin itu bisa multi tafsir. Masalahnya di situ kan ada ucapan (gallery of rogues).” kata Muzzammil pada ROL, Jum’at (20/6).

Muzzammil sangat menyayangkan karena orang sekelas Wimar memberikan ungkapan yang menurutnya tidak patut, apalagi ditujukan pada sejumlah tokoh masyarakat. “Karena ada ucapan itu jadi jelas, berarti maksudnya semua orang yang ada di foto itu adalah bangsat, bajingan, semacam itulah.” ujarnya.

Muzzammil mengatakan tindakan lanjutan diserahkan pada kubu tim sukses Prabowo-Hatta yang diserang. Muzzammil belum mengetahui tindakan apa yang akan diambil PKS selanjutnya. Dia mengatakan PKS masih mengkaji kasus tersebut. “Kita ada tim hukum yang nantinya akan mengambil tindakan.” kata Muzzammil.

Menurut Muzzammil, saat ini PKS masih disibukkan dengan usaha pemenangan pemilu. Kalaupun ada pengaduan hukum, Muzzammil merasa hal tersebut lebih tepat dilakukan setelah pilpres. Sebelumnya diberitakan pada Ahad (15/6) kemarin Wimar Witoelar memposting sebuah foto di akun Facebook pribadinya.

Isinya, berupa foto yang memerlihatkan Prabowo Subianto dan elite koalisi Merah Putih yang dipadukan dengan tokoh terorisme. Foto yang diduga rekaan tersebut memperlihatkan Prabowo bersama Hatta Rajasa bersama serta elite partai pendukungnya. Seperti Anis Matta, Aburizal Bakrie, Suryadharma Ali hingga Tifatul Sembiring.

Terdapat juga tokoh Islam garis keras seperti Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dan Abubakar Ba'asyir dan tokoh-tokoh teroris seperti Imam Samudera, Muklas, dan Osama bin Laden. Selain itu, Wimar juga memberikan komentar terkait foto itu dengan sebutan 'Gallery of Rogues. Kebangkitan Bad Guys' (Galeri Bajingan.. Kebangkitan Orang Jahat).

Sontak, tindakan Wimar itu memunculkan banyak komentar. Mulai dari yang menyatakan dukungan hingga permintaan untuk menghapus foto tersebut. Gerah mendapati berbagai kritik dan serangan dari pengguna Facebook dan Twitter, Wimar pun menutup akunnya.  [rol]

Post a Comment

 
Top