GuidePedia

0
PKS KepriPartai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai ketiga yang menyerahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye menyusul Partai Gerindra dan Partai Nasdem yang kemarin lebih dulu serahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye kepada Komisi Pemilihan Umun (KPU) dan kantor akuntan publik (KAP) yang ditunjuk.
Total dana kampanye yang digunakan PKS sejak ditetapkan sebagai peserta pemilu mencapai Rp 121 miliar.
"Kami laporkan dana kampanye PKS hari ini. Jumlah penerimaan Rp 122 miliar, jumlah pengeluarannya Rp 121 miliar," ujar Ketua Tim Laporan Dana Kampanye PKS Unggul Wibawa di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (24/4).
Dipaparkan dari total penerimaan itu paling banyak didapat dari sumbangan calon anggota legislatif (caleg) yakni sebesar Rp 96 miliar. Ditambahkan ada pula sumbangan dari perusahaan sebesar Rp 200 juta.
Menurutnya, pengeluaran dana kampanye paling banyak untuk aktivitas kampanye caleg.
Sebelumnya, Partai Gerindra menjadi partai politik pertama yang menyerahkan laporan akhir dana kampanye kepada KPU. Dari laporan yang diserahkan, disebutkan Rp 434 miliar dihabiskan selama pemilu legislatif 2014 berlangsung.
"Jumlah pengeluaran sekitar Rp 434 miliar. Komponennya antara lain untuk iklan tv, iklan media cetak, logistik, dan pertemuan terbatas, " kata Bendahara Umum DPP Partai Gerindra, Thomas Djiwandono.
Total pengeluaran tersebut, menurut Thomas berasal dari penerimaan dana kampanye partai periode 11 Januari 2013 hingga April 2014.
Penerimaan yang diterima Partai Gerindra tercatat sebesar Rp 435 miliar. Yang berasal dari sumbangan caleg sebanyak Rp 400 miliar. Kemudian dari sumbangan badan usaha dan perorangan sebesar Rp 4.1 miliar. Sehingga dana yang tersisa setelah pileg saat ini Rp 50 juta.
Sementara Partai Nasdem, Rabu (23/4) sore menyerahkan laporan akhir dana kampanye dengan total pengeluaran selama pemilu legislatif 2014 mencapai Rp 277.4 miliar.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, total penerimaan dana kampanye Partai Nasdem terhitung Rp 277.615.341.328. Dari Rp 277.46 miliar yang dikeluarkan, saat dilaporkan masih menyisakan Rp 154.108.824 di rekening dana kampanye.
Pengeluaran paling banyak digunakan untuk penyediaan alat peraga. Seperti untuk mencetak kaos dan bendera yang mencapai Rp 173 miliar.
"Laporan itu sudah termasuk laporan akhir dana kampanye 556 dari 559 caleg Partai Nasdem. Sisanya beberapa orang tidak aktif dan dari awal tidak melaporkan," ucapnya.
KPU menutup penyampaian laporan dana kampanye seluruh wilayah, Kamis sore ini pukul 18.00 waktu setempat. Partai politik dan caleg DPD yang tidak menyampaikannya tepat waktu akan diberi sanksi, yaitu tidak ditetapkan sebagai pemenang pemilu meski memperoleh suara banyak. [beritasatu.com]

Post a Comment

 
Top