GuidePedia

0
PKS Kepri - Fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yanuar Arif mengatakan, pihaknya mensinyalir sistem pengamanan pemilu di luar negeri, terutama pada masa penghitungan suara, sangat minim. Pasalnya, pemilu luar negeri berlangsung lebih dulu disbanding di Indonesia.

"Saat kunjungan kami ke Bimtek Malaysia, ada beberapa catatan terkait mekanisme Pemilu. Seyogyanya, ada  aturan lebih detail dari KPU, karena di luar negeri sangat minim pengawasan, dan bagaimana PPLN bisa menjaga integritas," ujarnya saat rapat pleno terbuka Penyempurnaan DPT Pemilu DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (25/3)

Yanuar mencontohkan, pemilu legislatif (pileg) di Negara Malaysia berlangsung pada tanggal 6 April 2014. Sementara penghitungan suara pada 9 April 2014.

Artinya, ada rentang waktu tiga hari, yang ditakutkan bisa disalahgunakan kalau tidak ada penjagaan khusus yang ekstra ketat.

"Kita tidak tahu siapa yang jaga kotak itu. Tidak tahu mekanisnme penjagannya. Diawasi CCTV atau bagaimana? Kita inginnya bisa dipantau bersama, dan bisa diakses/dilihat oleh masing partai," imbuhnya.

Kelompok Kerja (Pokja) Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Bidang Logistik, Freddy Sirait menegaskan, Pokja PPLN sudah membuat peraturan, bahwa nantinya Kelompok PPLN menyerahkan kotak suara di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, seusai pemungutan suara.

"Kami sudah minta PPLN menjamin keamanan kotak itu, agar tidak terganggu. Tempatnya di ruang khusus dan kuncinya di PPLN. CCTV umumnya semua sudah dipasangi. Namun, apakah di ruangan itu sudah ada CCTV itu yang akan kami pastikan kembali. Jadi, kami akan koordinasikan kembali terkait pengamanan dengan Kelompok PPLN," imbuhnya.

Komisioner KPU, Sigit Pamungkas mengatakan, KPU berupaya agar kotak surat suara dalam pileg di luar negeri aman dari penyalahgunaan dengan upaya pemberian segel.

"Kotak suara itu kan dititipkan diperwakilan, disegel lubangnya, disegel kuncinya, disegel anak kuncinya, segelnya jumlahnya tidak lebih tidak kurang," katanya.

Dijelaskan, nantinya setelah kotak suara ditutup, kunci akan dipegang oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) luar negeri. Ketika dibuka tanggal 9 April 2014 guna dilakukan perhitungan, maka segel yang dimaksud harus benar-benar masih dalam keadaan utuh.

"Nanti kan ada panwas, kalau tidak ada panwas masyarakat bisa melihat dan perwakilan kita akan memastikan kotak itu sudah tersegel dan kita mendorong ruangan itu aman dan bisa dilihat atau diawasi," imbuhnya.[suarapembaruan]

Post a Comment

 
Top