GuidePedia

0
PKS Kepri - Pemilu 2014 merupakan kesempatan sangat baik untuk menghadirkan pemimpin yang amanah dan bermartabat. Caranya, pemilu kali ini harus bersih. 

“Kalau kita ingin bangsa ini bermartabat, maka Pemilu 2014 adalah kesempatan sangat baik. Rakyat harus memilih pemimpin yang benar, baik di eksekutif yaitu presiden, maupun DPR,” kata tokoh masyarakat Tionghoa, Eddie Kusuma, dalam diskusi di Fraksi PKS, DPR, Selasa (4/3).

Eddhie menegaskan, saat ini sudah menjadi keprihatinan kita, rakyat di berbagai tempat hanya jadi komoditas, pemilu menjadi sangat transaksional, karena aksi bagi-bagi uang dari para caleg. Rakyat jadi korban, korupsi kemungkinan akan marak lagi. “No money, no vote. Hal seperti ini harus diakhiri, kapan bisa menghadirkan pemimpin bermartbat kalau pemilu seperti ini terus,” katanya.

Ketua Fraksi PKS Hidayat Nurwahid mengatakan, pemilu dulu sering disebut sebagai pesta demokrasi. Sekarang akan menjadi pemilu, dalam arti pembuat pilu, kalau banyak masalah persiapan dan anggaran tidak segera dituntaskan. Pemilu akan menjadi pembuat pilu, kalau hasilnya tidak bermartabat, misalnya ada kecurangan dan menghasilkan pemimpin yang tidak amanah. Padahal, semua pihak sudah kerja keras, DPR sudah susah payah membuat UU Pemilu, KPU kerja mati-matian bekerja, rakyat juga sudah memberikan pilihan.

“Kita berharap semua berjalan lancar dan bermartabat. Tapi, sekarang masih banyak warga yang tidak didaftar, pemilih di luar negeri juga belum terurus, KPU ada masalah untuk sosialisasi bagi pemilih di luar negeri. Ini membuat kita prihatin,” kata Hidayat Nurwahid.

Menurut dia, KPU masih terkendala dengan anggaran untuk sosialisasi di luar negeri. Oleh karena itu, PKS mengimbau pemerintah untuk segera mencairkan anggaran terkait sosialisasi pemilu bagi WNI di luar negeri. 
“Pemerintah dalam hal ini Menkeu harus cepat merespon masalah ini, sebab banyak sekali WNI yang belum terdaftar dan harus dimasukkan sebagai pemilih,” ujarnya. [poskotanews.com]

Post a Comment

 
Top