GuidePedia

0
PKS Kepri - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTT tidak melakukan waktu kampanye untuk menggelar tatap muka ataupun rapat umum. PKS NTT memfokuskan operasi darat dengan sistem door to door ke basis pada pemilu legeslatif tahun 2014.

"Kami tidak menggunakan hak kampanye umum dengan rapat terbuka. Untuk pengerahan massa kami tidak diuntungkan harinya. Kami lebih mengintensifkan operasi politik pergerakan di lapangan," kata Ketua PKS NTT, Suharjito, saat dihubungi Pos Kupang (Tribunnews.com Network), Senin (17/3/2014) siang.

Suharjito menyatakan, kesepakatan para caleg tidak melakukan kampanye rapat umum. Pasalnya hari Senin merupakan hari sibuk yang digunakan sebagian kader dan simpatisan untuk aktivitas bekerja.
Suharjito menyatakan, jajarannya sulit menghadirkan kader dan simpatisan karena hari kerja.

"Senin merupakan sibuk-sibuknya hari. Lain halnya kalau Jumat, Sabtu dan Minggu kami bisa menggunakan momen itu dengan baik," ujar Suharjito.

Ia mengatakan, lebih mengintensifkan operasi lapangan dengan serangan darat. Kader-kader melakukan kampanye door to door (dari pintu ke pintu).

Lima caleg DPRD provinsi asal PKS saat ini berada di luar daerah. Untuk kampanye putaran kedua, Suharjito menyatakan, PKS hanya mendapatkan jatah kampanye satu kali saja. Padahal pemilu tahun lalu PKS mendapatkan jatah dua kali kampanye sehingga bisa dimaksimalkan pada putaran kedua.

"Teman-teman banyak kecewa karena kami hanya diberikan kesempatan satu kali kampanye. Dan akhirnya kami lebih mengintensifkan operasi darat saja," kata Suharjito.

Target perolehan kursi untuk delapan daerah pemilihan di NTT, Suharjito menargetkan enam kursi untuk DPRD NTT. Enam kursi kebanyakan ditargetkan di daerah pemilihan Flores seperti Manggarai Raya, Flotim dan Ende, Nagekeo, dan Sikka.

"Terbukti di DPRD kabupaten kami memiliki kursi satu hingga dua kursi," jelas Suharjito.

Bahkan ia optimistis partainya bisa menembus satu kursi di DPR RI. [tribunnews.com]


Post a Comment

 
Top