GuidePedia

0
PKS Kepri - Makin dekat dengan  Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, 9 April mendatang, kompetisi politik di Semarang menunjukkan gejala tak sehat. Sejumlah atribut kampanye dirusak orang tak dikenal.

PKS adalah partai yang paling banyak mengalami kerusakan alat peraga. Disusul Partai Demokrat, PKB dan PPP. Hanya PDIP dan Gerindra yang tak tersentuh pengrusakan.


Pengrusakan terjadi dengan cara disemprot menggunakan cat semprot, disobek pada bagian nama dan nomer urut caleg, hingga memaahkan tiang penyangga.


Ketua DPD PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono menyebut perusakan itu sebagai intimidasi politik. Menurutnya, perusakan itu adalah tindakan tidak beradab dan mencederai semangat berkompetisi dalam demokrasi secara sehat.


“Kita tidak akan terprovokasi atas kejadian ini dan tetap fokus mencapai target dua besar di Kota dan tiga besar di Jateng,”kata Agung.


Agung menambahkan bahwa pihaknya akan melaporkan secara resmi pengrusakan tersebut kepada Panwaslu. Selain itu, juga meminta kepada Pemerintah dan struktur partainya untuk melakukan investigasi terhadap kasus ini.


“Harus ada tindakan investigasi, dan jika bisa diusut akan dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu),” katanya.


David, kader partai Demokrat mengaku bahwa untuk memasang atribut di satu titik butuh waktu panjang.


"Waktu paling banyak digunakan untuk minta ijin kepada warga. Itu jika berada di perkampungan. Jadi tidak mungkin warga yang merusak, mereka selalu kita libatkan dalam pemasangan," kata David.


Sementara Amad Zunaidi dari PKS menyebut, biasanya partainya memasang atribut jika ada kegiatan bakti sosial.


"Kita butuh waku sekitar dua jam, pemasangan itu untuk keperluan bakti sosial di Lempongsari dan Gajahmungkur. Eh baru ditinggal bendera tersebut sudah dicabuti,” kata Amad Zunaidi, selasa (11/3/2014).


Di kawasan Pedurungan Semarang, atribut caleg dari PKB dan Golkar yang banyak menjadi korban. Rata-rata pengrusakan dilakukan dengan menyobek nama dan nomer urut caleg.


Pengrusakan atribut paling banyak terjadi di daerah pinggiran atau perkampungan. Kerusakan alat peraga juga memiliki pola yang sama. Kerusakan PKS didominasi penyemprotan cat ke nama dan nomer urut. Kerusakan partai Demokrat didominasi patahnya tiang penyangga. Untuk Golkar dan partai lain berupa sobekan untuk penghilangan nama dan nomer urut. Gerindra dan PBB dengan pencabutan bendera. Untuk PDIP jarang ditemui atribut yang rusak.


Sejauh ini belum ada upaya penertiban alat peraga kampanye maupun investigasi atas kompetisi yang tidak sehat itu. [jaringnews.com]

Post a Comment

 
Top