GuidePedia

0
PKS Kepri - Kabar duka menyelemuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Jum'at (24/1/2014) dinihari ini, salah seorang kiai yang dihormati di NU, yakni Kiai Sahal Mahfudz, dikabarkan meninggal dunia.
Presiden PKS Anis Matta turut menyampaikan rasa belasungkawa melalui akun Twitternya @anismatta.

 

"Turut berduka atas wafatnya KH.Sahal Mahfuz Rais Am PBNU dan Ketua MUI dini hari tadi," tulis Anis, Jum'at (24/1) pagi.
 

Dia mengatakan, meninggalnya Kiai Sahal Mahfudz ini adalah kehilangan besar bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.
"Semoga seluruh amal beliau diterima Allah dan dosa-dosanya diampuni. Semoga Allah menggantikan kepergian Beliau dengan kehadiran ulama lain yang sama," Kata Anis.

 

Kabar mengenai meninggalnya Kiai Sahal Mahfudz itu disampaikan melalui akun twitter resmi NU (@nu_online). “Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz wafat Jum'at (24/1) pukul 01.05. Duka mendalam utk Indonesia. Al-Fatihah,” demikian kicauan di akun twitter tersebut.
Dikutip dari wikipedia, Kia Sahal Mahfudz lahir di Kajen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 17 Desember 1937. Beliau selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sejak 1999 hingga saat ini.

 

Selain itu Kiai Sahal selama 10 tahun memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, kemudian didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI pada Juni 2000 sampai tahun 2005.
Di luar itu, Kiai Sahal adalah pemimpin Pesantren Maslakul Huda (PMH) sejak tahun 1963. Pesantren di Kajen Margoyoso (Pati, Jawa Tengah) ini didirikan ayahnya, KH Mahfudh Salam, pada 1910. Selain itu Kiai Sahal adalah rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU), Jepara, Jawa Tengah sejak tahun 1989 hingga sekarang.[dm/pksnongsa/tribunnews]

Post a Comment

 
Top