GuidePedia

0
PKS Kepri - Wacana pemanggilan dan pemeriksaan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencuat. Episode ini bakal berpengaruh terhadap wibawa Istana.

Anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi PKS Fahri Hamzah mengatakan penjelasan Bambang Widjojanto yang menyebut tidak ada alasan memanggil Ibas Yudhoyono janggal. "Ada ribuan orang dipanggil KPK hanya karena namanya disebut di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), namanya disebut dari mulut Nazaruddin, kenapa Ibas tidak," gugat Fahri di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta usai rapat kerja dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Fahri kembali membandingkan posisi Sekjen PKS dengan posisi Sekjen Partai Demokrat dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq dan kasus Kongres Partai Demokrat yang dikaitkan dengan kasus Hambalang. "Kenapa di Partai Demokrat yang lebih kental dalam pengurusnya seperti Ketum, Bendum, Wasekjen, Dewan pembina, tapi Sekjennya tidak tersentuh. Sementara Yulianis sebut Ibas terima US$200 ribu," urai Fahri.

Menurut dia, KPK memeriksa Sekjen PKS hanya untuk menanyakan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PKS. Padahal, kata Fahri, KPK bisa mendapatkan AD/ART partai di website partai. "Saya patut duga ini ada perjanjian tingkat tingggi oknum pimpinan KPK dalam rangka operasi yang mereka anggap mulia dalam pemberantasan korupsi," ujar Fahri bersemangat.

Sementara Anas Urbaningrum usai diperiksa KPK mengusulkan dua alternatif bila KPK memanggil Ibas Yudhoyono sebagai saksi dalam kasus Hambalang yang menjerat dirinya. "Bisa saja Pak SBY mengantar Ibas ke sini (KPK) untuk dimintai kesaksian atau keterangan. Alternatif kedua, bisa juga memeriksa Mas Ibas, misalnya di Istana," kata Anas di Kantor KPK, kemarin.

Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyebutkan Ibas tidak ada kaitannya dengan kasus yang menjerat Anas. Menurut dia. Ibas tidak bisa dikaitkan dengan kasus Anas dan Nazaruddin. "Ibas itu tim suksesnya Andi Mallarangeng di Kongres," kelit Ruhut 11 Januari 2014 lalu.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menyebutkan pernyataan Yulianis aneh terkait penyebutan nama Ibas Yudhoyono. Menurut dia, saat diperiksa KPK, Yulianis tidak menyebut nama Ibas. "Yulianis itu orang aneh, kalau dia diperiksa di KPK dia tidak pernah menyebut nama ini (Ibas), ini terus terang saja. Kalau dia sebut kita sudah panggil orang ini. Ini yang harus di clear kan supaya tidak salah paham," sebut Abraham pertengahan Desember tahun lalu.

Tak heran, SBY pun menyinggung sengkarut pemanggilan itu di bukunya "Selalu Ada Pilihan". "Sementara itu, ada pula yang mengatakan bahwa Ibas sangat bisa dijebak, agar ada pintu masuk untuk memperkarakanya. Alasannya dipanggil saja Ibas oleh KPK, misalnya menjadi saksi siapa pun dan untuk kasus apa pun, maka runtuhlah sudah kewibawaan saya sebagai Presiden," tulis SBY.

Kalau akhirnya KPK harus memanggil Ibas Yudhoyono karena ingin menegakkan asas kesetaraan dalam penegakan hukum, akankah wibawa SBY longsor? [waspada.co.id]

Post a Comment

 
Top