GuidePedia

0
Batam - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kepri, Herlini Amran mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus upaya pemerkosaan dan pembunuhan karyawati perusahan kawasan Industri Mukakuning yang terjadi di kawasan sekitar  Marina Batam, Sabtu malam.
   
"Upaya pemerkosaan dan pembunuhan terhadap karyawati sudah sangat diluar batas nalar. Apalagi kejahatan dikawasan tersebut sudah sering terjadi," kata dia di Batam, Minggu.
   
Akibat upaya pemerkosaan dan pembunuhan yang menimpa Jn, jamaah pengajian Herlini yang berusia 24 tahun harus mendapatkan 75 jahitan setelah mendapat beberapa kali tusukan dengan menggunakan gunting di perut.
   
Wajah wanita berjilbab tersebut juga lebam, pada leher korban juga terdapat sayatan benda tajam, tulang rusuk juga patah akibat kekerasan yang dialaminya. Korban mendapat perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Batam.
   
"Apalagi kejahatan tersebut dialami korban seusai pulang pengajian. Ini sudah sangat meresahkan, apalagi di kawasan tersebut setidaknya sudah tiga kali terjadi kasus kejahatan," kata dia saat mengunjungi korban.
   
Selain upaya pemerkosaan, kata dia, dikawasan jalan sekitar komplek wisata Marina tersebut juga pernah terjadi kasus perampokan, dan upaya pembunuhan pada korban lain.
   
Raden Harry Tjahyono Sekertaris Umum PKS Kepri, dalam kesempatan yang sama juga mengatakan pernah terjadi kasus perampokan pada anaknya dilokasi tersebut.
   
Ia menyatakan berduka cita atas kejadian tersebut dan mendesak polisi segera menangkap pelaku.
   
"Minggu lalu persis anak sulung saya di tempat yang sama juga dirampok oleh sekelompok orang dengan membawa 3 motor dan menodongkan samurai. Anak saya dipaksa memberikan motor dan barang berharga," kata Raden.
   
Sembari mengusut tuntas kasus tersebut, ia meminta polisi melakukan patroli pada kawasan yang sering terjadi kasus kekerasan tersebut agar tidak ada korban lagi.
   
Jn, menjadi korban percobaan pemerkosaan dan pembunuhan selesai pulang mengikuti acara pengajian di kawasan Batuaji dimana Herlini Amran sebagai pembicaranya.Korban yang hendak pulang ke kawasan Tembesi justru tersesat hingga ke Sekupang.
   
Saat berada di Sekupang korban bertemu pelaku dan bertanyaa arah jalan pulang menuju Tembesi, pelaku selanjutnya mengajak pulang sama-sama dengan alasan tujuan sama.
   
Namun pelaku mengarahkan ke jalan yang salah dan memaksa korban melepaskan kerudung dan jaketnya, korban seret kemudian di tusuk di beberapa bagian tubuh nya dengan gunting.(Antara)

Editor: Dedi

Post a Comment

 
Top