Tiga Hari di Bukit Senimba: Ketika Lelah, Haru, dan Tekad Bertemu

KABUT tipis masih menyelimuti kawasan Wanawisata Bukit Senimba ketika Yanto berdiri memandangi tenda-tenda yang mulai dibongkar. Kader asal Tanjungbalai Karimun itu tampak menahan haru.

Selama tiga hari mengikuti Kemah Bela Negara (Kembara) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat–Ahad, 30 Januari 2026, ia merasakan pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Ini adalah kali pertama Yanto mengikuti kegiatan kemah berskala provinsi. Sejak hari pertama, Kembara terasa lebih dari sekadar perkemahan.

Di tengah alam terbuka, ia menempa diri melalui materi kebangsaan, pembinaan karakter, latihan kedisiplinan, hingga kebersamaan yang terbangun dari hal-hal sederhana: saling membantu, berbagi tugas, dan diskusi hangat di sela lelah.

“Banyak pelajaran yang saya dapatkan. Tentang kebersamaan, tentang cinta tanah air, dan tentang komitmen berjuang,” ujar Yanto.

Dari Bukit Senimba, ia pulang membawa bekal semangat baru untuk lebih aktif berkontribusi di daerahnya.

Tak hanya peserta baru, Kembara kali ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi kader yang sudah berpengalaman. Ismeth, peserta asal Tanjungpinang, kembali mengikuti Kembara setelah beberapa kali terlibat dalam kegiatan serupa. Namun, menurutnya, Kembara di Bukit Senimba terasa berbeda.

“Ini Kembara yang paling menguji fisik,” katanya.

Agenda yang padat sejak pagi hingga malam, mulai dari latihan disiplin, pembinaan mental, hingga aktivitas lapangan, menuntut ketahanan fisik dan kekompakan peserta.

Meski melelahkan, Ismeth menilai tantangan tersebut justru memperkuat mental, kesabaran, dan semangat pantang menyerah sebagai kader.

Di tengah kelelahan, rasa kebersamaan tumbuh semakin kuat. Bagi Ismeth, Kembara bukan rutinitas tahunan, melainkan proses peningkatan kualitas diri menyiapkan kader yang tangguh secara fisik, mental, dan spiritual.

Nilai-nilai itulah yang juga ditekankan oleh Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Batam, Suryanto. Menurutnya, Kembara PKS bukan sekadar kegiatan kemah, melainkan latihan kepemimpinan di alam terbuka.

“Ini bukan sekadar kemah. Ini latihan kepemimpinan. Kami belajar hidup sederhana, disiplin, kebersamaan, ketahanan mental, dan kepemimpinan yang membumi,” ujarnya.

Kembara PKS 2026 diikuti kader dari berbagai daerah di Kepulauan Riau, mulai dari Batam, Karimun, Lingga, Bintan hingga Tanjungpinang. Keberagaman latar belakang itu menjadi sarana memperkuat solidaritas dan semangat perjuangan antar kader.

“Pemimpin itu bukan lahir di ruang ber-AC, tapi dari proses dan tempaan di lapangan,” tegas Suryanto.

Ia meyakini, politik yang kuat harus dibangun di atas karakter, daya juang, dan kedekatan dengan rakyat, nilai yang ditanamkan melalui Kembara.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Kepulauan Riau, Suryani, menegaskan bahwa Kembara merupakan sarana tarbiyah menyeluruh yang mencakup aspek fisik, intelektual, dan spiritual.

“Mari luruskan niat. Kehadiran kita di sini bukan karena takut pada pembina, tetapi benar-benar untuk menempa tarbiyah jasadiyah, fikriyah, dan ruhiyah,” ujarnya dalam amanat kepada peserta.

Menurut Suryani, Kemah Bela Negara menjadi wujud komitmen PKS dalam menanamkan semangat bela negara kepada kader. Meski berasas Islam, ia menegaskan PKS tetap berjiwa Pancasila.

“Nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan keislaman, justru saling menguatkan,” katanya.

Dalam Kembara ini, peserta juga dilatih kemandirian dan kerja kolektif, mulai dari memasak secara mandiri hingga menjalankan tugas secara berjamaah. Amal jama’i, menurut Suryani, menjadi salah satu kekuatan yang membuat PKS tetap bertahan.

“Perjuangan dakwah tidak selalu berada di zona nyaman,” ujarnya, mengingatkan peserta pada keteladanan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menghadapi ujian perjuangan.

Kembara PKS 2026 memang telah berakhir. Namun, bagi Yanto, Ismeth, dan ratusan kader lainnya, pengalaman di Bukit Senimba adalah awal dari perjalanan panjang.

Dari kemah sederhana di tengah hutan, lahir tekad-tekad baru untuk terus mengabdi, berjuang, dan menyiapkan diri sebagai kader yang tangguh bagi bangsa dan negara.***

Tags:, ,