GuidePedia

1

PKS Kepri - Tidak seperti biasanya, warga Tanjung Tritip, Tanjung Uma siang itu mendengar deru mesin Angkutan Kota "Bimbar". Namun Selasa, 14 Februari 2017, tepat di jalan masuk menuju Pusat Khidmat PKS Lubuk Baja angkot itu berhenti.

Penumpang yang menyesaki kendaraan yang terkenal di Batam itu keluar satu demi satu. Dengan riang penumpang yang berseragam merah putih itu turun dan mengikuti instruksi wali kelas mereka yang telah tiba lebih dulu dengan mobil pribadi. Mobil pribadi sederhana model Carry Pak Guru Pedro Johansis alias Imam Basa ini tidak ia bawa sendiri. Di mobilnya juga membawa murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN; setingkat SD) Batam sebanyak 35 siswa/i.
 
Imam bercerita mendengar Kampung Agas terbakar, anak didiknya sehari kemudian langsung menggalang bantuan. "Beberapa waktu lalu saat gempa di Pidie Jaya, Aceh juga murid kami galang bantuan," ungkap Imam bangga.

Untuk korban kebakaran ini, para murid MIN Batam ini mampu mengumpulkan Rp 720 ribu. Uang tersebut didapat dari sebagian uang saku para siswa.Banyak juga yang langsung minta ke orangtua mereka.

Imam menambahkan wali muridnya merasa bersyukur sejak dini anak-anak dididik kepedulian sosial. Ditanya kenapa memilih posko PKS sebagai tempat berlabuh donasi dari murid-muridnya, Imam menjelaskan karena ia mengenal PKS sebagai partai yang peduli. Orangtua murid pun mempersilahkan sumbangannya disalurkan lewat PKS.

 "Saya share semua foto-foto di sini, orangtua murid malah senang karena anak mereka dididik kepekaan sosial sejak dini, " tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKS Lubuk Baja, Samani Hasyim mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang telah mempercayakan PKS Lubuk Baja sebagai tempat untuk menyalurkan bantuan korban kebakaran. Ia menjelaskan hari, Rabu (15/2) akan mendistribusikan bantuan kepada para korban. (Alf)

Post a Comment

 
Top