GuidePedia

0
PKS KepriJakarta (22/8) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS Fahmi Alaydroes menegaskan perlu adanya political will yang kuat dan serius dari pemerintah untuk melindungi bangsa Indonesia dari bahaya rokok. Hal ini berkaitan dengan beredarnya isu harga rokok yang naik.
"Harus ada kebijakan dan regulasi yang mengatur dan mengendalikan produksi, distribusi dan konsumsi rokok. Harus ada political will yang kuat dan serius dari pemerintah," ujarnya di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan (22/8/2016).
Menurutnya, bila peredaran komoditas rokok tidak dikendalikan, maka akan menjadi beban tersendiri bagi negara.
"Bila tidak dikendalikan, rokok akan menjadikan bangsa kita rawan dihinggapi penyakit-penyakit yang berbahaya. Biaya rehabilitasi kesehatan akan menjadi beban yang sangat besar dan memberatkan," ungkapnya.
Selain itu, Fahmi juga mendukung adanya wacana menaikkan cukai rokok karena selama ini harga rokok yang tergolong murah mudah diakses segala kalangan, terutama anak-anak.
"Naikan harga cukai rokok sampai pada tarif yang tinggi, sehingga harga rokok juga menjadi tinggi. Sekarang harga rokok di pasaran relatif murah, satu bungkus hanya belasan ribu rupiah minimal. Satu batang seharga permen! Harga tersebut menjadikan semua orang dapat membelinya, termasuk anak-anak!" tegasnya.
Dengan begitu, Fahmi berharap tingkat konsumsi rokok akan terbatas, terutama bagi anak-anak.
"Dengan menaikkan harga rokok sampai puluhan ribu sebungkus diharapkan akan membatasi tingkat konsumsi, terutama bagi anak-anak. Kebijakan menaikan harga rokok ini seharusnya dipandang sebagai upaya pengendalian tingkat konsumsi, jangan dijadikan instrumen peningkatan pendapatan negara. Karena pada prinsipnya, rokok itu sebaiknya ditiadakan. Negara harus melindungi rakyatnya dari bahaya rokok, baik perokok aktif, apalagi bagi perokok pasif," pungkas Fahmi.
Keterangan Foto: Ketua Bidang Kesra DPP PKS Fahmi Alaydroes
Sumber : www.pks.id

Post a Comment

 
Top