GuidePedia

0
PKS Kepri - Kondisi pesisir pantai Tanjunguma semakin tercemar dengan limbah sampah milik warga perkotaan. Laut yang kotor dan endapan lumpur hitam beraroma busuk semakin memperparah kondisi pantai.

Anggota Komisi III DPRD Batam, yang juga warga Tanjunguma, Rohaizat mengatakan, sampah-sampah tersebut berasal dari saluran drainase kawasan Jodoh dan Nagoya yang bermuara di pantai Tanjunguma. Tak hanya plastik bekas dan kardus, sejumlah perabot rumah yang tak terpakai terbawa arus dan akhirnya tersangkut di tiang-tiang penyangga rumah panggung warga Tanjunguma. "Air laut berubah jadi hitam dan aroma busuk menusuk hidung menjadi pandangan sehari-hari," katanya, Kamis (7/1).

Menurutnya, selama ini memang ada usaha pembersihan dengan bergotong royong, tetapi sifatnya insidental dan pantai berisiko kotor kembali. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan pesisir Sekupang dan Pulau Belakangpadang. "Bengkong Laut dan Bengkong Sadai juga mengalamai hal serupa," kata Rohaizat.

Pencemaran lingkungan ini tak hanya berasal dari sampah masyarakat, tetapi juga tumpahan minyak dari kapal-kapal yang melintas di perairan Batam sehingga menyebabkan pantai menjadi kotor. Kondisi tersebut tidak lepas dari budaya dan kebiasaan warga yang kurang peduli dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Upaya membersihkan pesisir pantai sudah seharusnya digalakkan. Selama ini, Batam dikenal dengan tujuan wisata baik lokal maupun internasional yang mengandalkan wisata pantai.

Kabid Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Batam, Yudi Admaji mengatakan, pemerintah daerah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pasang Surut yang khusus bertugas untuk membersihkan sampah yang mengapung terdapat di perairan laut di sekitar pulau utama. "Satgas ini menyusuri perairan Tanjunguma, Tanjungriau dan Tanjungbuntung untuk membersihkan sampah yang mengapung," ujarnya.

Dengan menggunakan kapal pancung, Satgas menyisir sampah yang mengapung di perairan dan menggiringnya ke darat. Selanjutnya sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur.

Di Batam terdapat tiga kecamatan penyangga yang terdiri dari puluhan pulau, yaitu Kecamatan Belakangpadang, Kecamatan Galang, dan Kecamatan Bulang. Kecamatan Belakang Padang memiliki satu TPA yang berlokasi di tengah pulau. "TPA itu menampung seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat pulau," kata Yudi.

Sumber: Koran SINDO Jum'at (08/01) dan diedit seperlunya oleh Humas FPKS Batam.

Post a Comment

 
Top