GuidePedia

0
PKS KepriJelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), semua pihak terus melakukan persiapan-persiapan. Tidak ketinggalan, DPRD Kota Batam juga sedang menginisiasi langkah besar agar Batam bisa menjadi pusat serifikasi kompetensi berskala nasional.

"Ide kita adala agar Batam bisa menjadi Centre of Excelent. Mempersiapkan tenaga kerja skill asal Indonesia untuk keperluan domestik maupun internasional, "ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari, Rabu (24/6).

Usulan tersebut sudah dibawa hingga ke Komisi IX DPR-RI. Menurut Ricky, DPR-RI mengapresiasi ide tersebut dan meminta Komisi IV DPRD Kota Batam untuk segera menggelar audiensi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"DPR-RI menangkap apa yang menjadi keinginan ini, Kenapa kami berani menyorongkan ini, karena Indonesia sudah punya UU mengenai sistem pelatihan kerja nasional, tapi belum dilaksanakan. Dalam waktu dekat kami akan audiensi dengan Wapres," ungkapnya.

Menjadikan Batam menjadi Centre of Excelent menurutnya adala langkah yang cukup tepat, mengingat masih banyak tenaga kerja asal Indonesia yang masih belum memiliki kompetensi yang memadai, padahal MEA sudah di depan mata.

Sebagai salah satu bukti, Ricky menyebutkan masih ada 200 ribu tenaga Indonesia yang rata-rata adalah tenaga non skill yang sekarang bekerja di Kawasan Iskandar Industrial Estate di Johor Malaysia.

"Sementara diatasnya adalah Bangladesh, Thailand, Vietnam dan lain-lain. Ini bukti bahwa masih banyak tenaga Indonesia yang masih non skill," ujarnya.

Menjadikan Batam menjadi Centre of Excelent juga dinilai menjadi jalan keluar bagi maraknya TKI-TKI ilegal yang pergi ke luar negeri. Menurutnya, para TKI Ilegal yang tertangkap bisa diberikan pelatihan untuk menjadi tenaga kerja skill, dengan mekanisme pembiayaan yang diatur oleh pemerintah,

"Kita tahu sekarang ada sekitar 500 orang setiap harinya yang dikirim secara gelap ke luarg negeri. Kalau merekan ditangkap, lalu apa solusi yang diberikan kepada mereka? Sampai sekarang belum ada solusi, tapi dengan dijakdikannya Batam menjadi Centre of Excelent, mereka bisa diberikan sertifikasi kompetrensi tertentu, tanpa memadang ijasah apa yang mereka punya. Dengan demikian mereka tidak akan menjadi beban pemerintah," jelasnya.

Jika rencana menjadikan Batam menjadi Centre of Excelent disambut baik Wapres JK, barulah aturan-aturan hukum yang diperlukan akan dirancang. Menurutnya perlu ada beberapa rumusan Perda dan Perwako untuk mendukung hal tersebut,

Kita akan buat Perda yang mewajibkan kegiatan operasional Industri di Batam, wajib mempekerjakan tenaga kerja yang Skill. Perwako yang akan mensyaratkan sisea calon lulusan SMA atau SMK wajib memilih ekstrakulikuler kompetensi dasarnya," jelasnya.

Sumber : Humas PKS Batam

Post a Comment

 
Top