GuidePedia

0
PKS KepriPemprov Jabar, canangkan gerakan gotong royong. Tujuannya, untuk menggapai predikat Jabar kahiji atau Jabar nomor satu. Pasalnya, dengan pola gotong royong maka semua masalah bisa terselesaikan.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan, dengan gerakan gotong royong, beban tanggung jawab pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat akan terbantu secara signifikan. Terbantunya, tentu oleh masyarakat itu sendiri.
  
"Jadi, pembangunan ini tidak hanya jadi beban pemerintah. Melainkan, masyarakat juga ikut bertanggungjawab," ujar Aher, kepada wartawan saat di Alun-alun Pagaden, Rabu (6/5). 

Selain itu, masyarakat Jabar juga harus ingat, tidak semua persoalan bisa diselesaikan oleh pemerintah. Melainkan, ada juga yang bisa diselesaikan oleh masyarakat. Seperti contohnya, pembangunan berbasis swadaya masyarakat. Tentunya, masyarakat merealisasikannya dengan pola gotong royong.

Jadi, gotong royong ini bukan hanya saja sebuah slogan. Melainkan, harus diaplikatifkan di masyarakat. Hal-hal yang bisa diselesaikan secara gotong royong, seperti, permasalahan jalan lingkungan, irigasi tersier yang mampet atau membangun rumah sederhana. Kegiatan itu, tidak harus selalu mengandalkan pemerintah. 

Aher menilai, gotong-royong sebagai sebagai wujud sifat dasar bangsa Indonesia dan tumbuh sebagai kearifan lokal di Jawa Barat. Akan tetapi, saat ini gotong royong sudah jauh memudar. Akibat, terkikis sifat individualistis yang dibawa arus modernisasi.

Seharusnya, lanjut Aher, zaman modern tidak boleh menghilangkan sifat dasar dan kearifan lokal yang mewujud melalui gotong-royong. Karena itu, pihaknya menginstruksikan supaya setiap daerah menggairahkan kembali pola hidup gotong royong. 

"Gotong royong harus mengakar dan merakyat di Jawa Barat," jelasnya. [rol]

Post a Comment

 
Top