GuidePedia

0
PKS KepriAnggota Komisi III DPR M.Nasir Jamil mengaku kecewa karena rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Sutarman, batal.

Raker ini awalnya dijadwalkan pada Senin (11/10/2014). Tapi Kapolri yang sehari sebelumnya mengirimkan surat permintaan maaf karena tidak bisa ikut.

Kapolri menghadiri kegiatan temu nasional pemuda /KNPI se-Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara. Kapolri juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja pengamanan pulau-pulau terluar dan perbatasan.

Nasir mengaku, bisa memahami alasan Kapolri melalui surat tersebut. Walau diakui politisi PKS ini, mayoritas anggota kecewa dengan pembatalan itu.

Nasir kecewa, karena di satu sisi Presiden Jokowi meminta kepada seluruh jajarannya untuk berkerja. Menurut dia, apa yang pembatalan ini bertolak belakang dengan keinginan presiden tersebut.

Padahal banyak persoalan keamanan dalam negeri yang kita butuhkan penjelasannya dari Kapolri.

"Masak kapolri lebih mementingkan menghadiri acara lain ketimbang memenuhi undangan rapat kerja DPR. Ini kan aneh bin ajaib. Seharusnya Kapolri kan bisa mewakilkan untuk menghadiri acara tersebut bukan menundanya dengan kami”, ujar Nasir Djamil

Padahal, kata Nasir, surat pimpinan DPR RI ke Kapolri tertanggal 3 November 2014. Sedangkan acara KNPI tertanggal 9-10 November 2014. "Saya justru curiga bahwa Kapolri diberi informasi yang keliru terkait dengan dinamika internal yang saat ini terjadi di DPR," katanya.

Yang ideal itu adalah sebagai alat negara maka Kapolri tidak boleh terpengaruh dengan dinamika internal di DPR. Karenanya, lanjut dia, saat Pimpinan DPR RI mengundang rapat kerja dengan Komisi III, yang Kapolri harus mendahulukan undangan lembaga negara.

"Sekali lagi saya kecewa dan akan mempersoalkan penundaan itu pada rapat kerja dengan Kapolri yang akan dijadwal ulang. Penundaan ini merendahkan DPR sebagai lembaga negara”, ujar Nasir.  [inilah]

Post a Comment

 
Top