GuidePedia

0
PKS KepriPengamat politik dari  Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bahtiar Effendy menilai kaum muslim di Indonesia masih punya harapan pada partai-partai Islam. Hal itu terbukti dari hasil pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu. 

Menurutnya, hasil pileg telah mementahkan berbagai hasil survei menjelang pileg yang menempatkan partai-partai Islam akan kehilangan dukungan. Penilaian Bahtiar itu didasarkan pada perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang justru meningkat dibanding Pemilu 2009.

“Terbukti survei-survei itu salah terkait parpol Islam. Justru partai-partai seperti PAN dan PKB mendapat dukungan yang cukup tinggi. Umat Islam ternyata menginginkan partai-partai itu mendapat dukungan yang besar,” ujar Bahtiar dalam diskusi ‘Membaca Arah Politik Islam’ di Jakarta Selatan, Sabtu, (19/4)

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN itu menambahkan, ada beberapat faktor yang menyumbang peningkatan suara parpol Islam. Di antaranya karena peemilih dari kalangan Islam tidak hanya fokus pada partai saat mencoblos tapi juga mellihat sosok calon anggota legislatif (caleg) yang diusung.

Menurutnya, profil caleg yang diusung PAN dan PKB turut mendongkrak suara partai yang berbasis dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu. Selain itu, lanjut Bahtiar, parpol Islam juga sudah memiliki modal finansial cukup sehingga bisa beriklan di media massa dan mendulang dukungan masyarakat.

“Kan kalau nyoblos kita melihat ada suara untuk partai dan calegnya. Mereka bisa memilih mana yang sudah mengenal ebih baik untuk dipilih. Modal  juga mendukung, sehingga bisa sosialisasi lebih banyak,” sambung Bahtiar.

Sementara Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf dalam diskusi yang sama mengungkapkan, parpol Islam mendulang dukungan tinggi karena masyarakat Islam mengalami kekecewaan pada beberapa elemen pemerintahan. Menurutnya, muslim di tanah air = berharap ada tokoh dari partai Islam yang dapat menjawab kekecewaan mereka dengan membuat perubahan.

“Umat Islam mungkin saja kecewa dengan ekonomi negara, atau pemerintahan sehingga mereka memilih parpol yang diharapkan bisa menjalankan aspirasi mereka,” kata Slamet. [jpnn]

Post a Comment

 
Top