GuidePedia

0
PKS KepriRapat Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Minggu (27/4/2014), memutuskan membentuk tim untuk lebih serius menjajaki koalisi bersama Partai Gerakan Indonesia Raya dan mendukung pengusungan Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden. Partai ini menyatakan keinginan kuat untuk dapat berkoalisi dengan Gerindra.

"Dengan mempertimbangkan seluruh komunikasi politik yang sebelumnya kami lakukan ke Golkar, Gerindra, Hanura, dan partai lain, maka malam ini Majelis Syuro memutuskan untuk membentuk tim komunikasi politik yang official untuk penjajakan serius dengan Pak Prabowo," kata Presiden PKS Anis Matta, Minggu malam.

Anis mengatakan PKS menilai Prabowo merupakan kandidat yang paling serius "meminang" untuk koalisi. "Pak Prabowo sudah mengirim surat resmi (ajakan koalisi)," ujar dia. Anis mengatakan rapat Majelis Syuro yang baru saja usai dan membahas masalah koalisi tersebut dihadiri sekitar 80 orang.

Tim khusus

Anis mengatakan pula bahwa tim yang bertugas mewujudkan koalisi dengan Partai Gerindra ini beranggotakan lima orang. Mereka adalah Sekretaris Jendral PKS Taufik Ridho; Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid; Wakil Ketua DPR Shohibul Iman; Wakil Ketua Komisi III DPR Muzzamil Yusuf; dan Bendahara PKS Mahfudz Abdurrahman.

"Nanti apakah kami jadi koalisi dengan Gerindra atau tidak, ditentukan setelah komunikasi," ujar Anis. Dia yang juga menjadi salah satu anggota Majelis Syuro ini mengatakan ada empat hal yang akan dikomunikasikan oleh tim tersebut ke Gerindra.

"Pertama tentunya karcisnya dulu, cukup tidak untuk mengusung capres dan cawapres," kata Anis. Dia mengatakan koalisi ini butuh paling tidak tiga partai politik. Kedua, komunikasi akan membahas pula masalah pemenangan pemilu presiden.
Ketiga, lanjut Anis, pengelolaan pemerintahan seandainya koalisi tersebut memenangi pemilu presiden dan sebaliknya bila kalah. "Apa yang harus kami lakukan (ketika menang atau kalah)," ujar dia.
Anis berharap komunikasi tersebut berjalan lancar dan keputusan koalisi segera bisa diambil. "Kami belum bisa putuskan kapan pengumumannya. Yang pasti mulai saat ini kami lakukan komunikasi intensif."

Berdasarkan hitung cepat dari Kompas, koalisi antara PKS dan Gerindra masih belum mencukupi ambang batas dukungan untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pasal 9 UU 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden menyatakan pasangan calon dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah di pemilu legislatif.

Hitung cepat yang dimuat di Kompas edisi 10 April 2014, diambil dari sampel hasil pemungutan suara di 2.000 tempat pemungutan suara dengan rentang kesalahan plus-minus 1 persen dan tingkat keyakinan 99 persen, memperkirakan Partai Gerindra mendapatkan 11,77 persen suara dan PKS 7,02 persen suara. [kompas]

Post a Comment

 
Top