GuidePedia

0
PKS Kepri - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan tetap optimistis partainya tak akan terpuruk dalam Pemilu 2014. Hasil quick count yang dirilis dua lembaga, Indikator Politik Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menempatkan perolehan suara PKS di kisaran 6 persen. Pada Pemilu 2009, PKS mendapatkan 7,88 persen suara.

"Permainan belum selesai, menunjukkan suara tersebar secara merata. Efek yang katanya menciptakan booming tidak terbukti. Permainan belum selesai dan menjadi semakin menarik," kata Anis Matta, dalam wawancara live yang ditayangkan Metro TV, Rabu (9/4/2014),

Ia optimistis, jika perolehan suara PKS dikonversi menjadi electoral vote, hasilnya akan lebih besar dari hasil quick count. "Insya Allah tetap optimistis, target melewati parliamentary threshold sudah terlewati. Kami tetap optimistis, kalau pun berkurang tidak terlalu banyak dibanding partai lain yang mengalami musibah seperti PKS," papar Anis.

Ia mengklaim, partainya mampu mengelola persoalan yang dihadapi sehingga tak menggerus suara partai secara signifikan. "Badai yang dihadapi PKS tak berpengaruh signifikan dibandingkan dengan partai lain yang hadapi badai serupa," ujar Anis.


Sebelumnya diberitakan hasil hitung cepat (Quick Count) sementara yang dilakukan dua lembaga survei, yakni Indikator Politik Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan PDI-Perjuangan unggul sementara dalam pemilu legislatif 2014.

Berdasarkan hasil hitung cepat Indikator Politik Indonesia berdasarkan data yang masuk sebesar 68,05 persen seperti ditayangkan Metro TV, PDIP memperoleh 19,17 persen suara. Posisi di bawahnya berturut-turut, yakni Partai Golkar (14,35 persen), Partai Gerindra (12,17 persen), Partai Demokrat (9,79 persen), PKB (9,25 persen).

Lalu, PAN (7,34 persen), Partai Nasdem (6,97 persen), PKS (6,66 persen), PPP (6,32 persen), Partai Hanura (5,53 persen), PBB (1,52 persen), dan PKPI (0,93 persen).

"Jadi hasil perolehan suara PDIP (nantinya) antara 18-21 persen. Kalaupun nanti ada perubahan, ekstremnya sampai 22 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam wawancara dengan Metro TV, Rabu (9/4/2014).

Burhanuddin memperkirakan, selisih suara antara Golkar dan Gerindra tipis. Meski demikian, menurutnya, Gerindra sulit untuk mengungguli Golkar. Ia juga memperkirakan posisi tiga besar ini akan stabil.

Adapun hasil hitung cepat LSI berdasarkan data yang terkumpul sebesar 74,4 persen, seperti yang ditayangkan TV One, PDIP memperoleh 19,65 persen. Posisi di bawahnya berturut-turut, yakni Partai Golkar (14,95 persen), Partai Gerindra (11,79 persen), Partai Demokrat (9,68 persen), PKB (9,3 persen).
Lalu, PAN (7,52 persen), Partai Nasdem (6,35 persen), PPP (6,95 persen), PKS (6,46 persen), Partai Hanura (5,21 persen), PBB (1,33 persen), dan PKPI (0,97 persen). [kompas]

Post a Comment

 
Top