GuidePedia

0
PKS KepriPartai Keadilan Sejahtera (PKS) kian membuktikan diri sebagai partai terbuka dan inklusif dengan banyak menempatkan caleg non kader untuk meraih kursi di Pemilu 2014.

Dari pengalaman hasil pemilu 2009 di mana caleg non kader meraih suara signifikan maka pada pemilu tahun ini, PKS kembali memberi ruang cukup luas tampilnya caleg di luar kader.

"Tidak mesti kader siapapun yang memiliki komitmen kuat membangun daerah mensejahterakan rakyat, tentu kami beri ruang sama di partai," kata Ketua DPW PKS Bali Mujiono di sela silaturahmi caleg dengan warga muslim di Kabupaten Badung, Minggu (19/1/2014).

Pihaknya tidak membedakan antara kader dan non kader karena semuanya sama-sama ingin berbuat nyata bermanfaat untuk masyarakat.

Dia mecontohkan, di Kabupaten Karangasem dengan mamasang caleg non kader berhasil menang dan memiliki wakil di dewan. Mereka berasal dari tokoh masyarakat, mantan pejabat, pengusaha hingga masyarakat biasa.

Langkah PKS dengan merangkul non kader itu mendapat apresisasi pemerintaahan dan masyarakat setempat, karena ternyata wakil rakyat itu bisa menjalankan amanah dengan baik.

"Pemilu kali ini banyak non kader yang menjadi caleg PKS, kami optimis bisa meraih suara signifikan dan menempatkan wakil rakyat lebih banyak lagi." kata caleg DPRD Bali itu.

Dalam silaturahmi itu dikenalkan lima caleg yang bertarung mencari dukungan bagi pemilih di Kabupaten Badung. Lima caleg itu untuk DPRD Badung adalah Dodik Rudi Budi Utomo, Sri Yudhanto, Ni Luh Made Arwini.

Sedangkan untuk DPRD Bali H Darussalam dan Oktan Hidayat untuk DPR RI.

Diakui anggota DPRD Denpasar dua periode itu, saat ini masih banyak anggota masyarakat yang skeptis dengan pemilu, karena menganggap tidak membawa perubahan signifikan bagi kehidupan mereka.

Demikian juga, umat Islam juga tak sedikit yang menjauh dari parpol dan tidak menaruh harapan kepada wakil rakyat. 

Semua itu kata dia, bukan tanpa sebab melaikan tak lepas dari peran asing atau pihak luar yang sengaja melemahkan atau meminggirkan peran orang-orang yang ingin mengawal demokrasi dan menegakkan kebenaran sesuai perintah agama.

Pihaknya optimis, dari dukungan yang makin kuat dari semua elemen masyarakat bisa partainya bisa menempatkan wakilnya di DPRD Bali. 

Dalam kesempatan itu, Caleg Nomor Urut 2 DPRD Badung Dodik mengatakan, sebagai partai terbuka, tentunya kehadiran caleg non kader diharapkan akan semakin mewarnai kehidupan di masyarakat dan memperkuat demokrasi.

"Kami ingin semakin dekat melayani masyarakat, kami optimis bisa menempatkan wakil di DPRD Badung," katanya yakin. 

Keyakinan itu, tak lepas dari dukungan pelbagai lapisan terlebih umat Islam yang menjadi basis dukungan terbesarnya. 

Kata Dodik, dengan jumlah Warga muslim di Kabupaten Badung tak kurang sekira 98 ribu orang, sangatlah realistis jika saatnya memiliki wakil rakyat di dewan.

Post a Comment

 
Top