GuidePedia

0

Taujihat Ketua DPW PKS Kepri "Meraih 3 Cahaya Dalam Perjuangan"

۞ اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS.24:35)

Menjadi seorang Mukmin adalah nikmat terbesar yang Alloh Swt berikan kepada seorang Manusia, karena Imanlah yang menjadikan diri kita berharga dihadapan Alloh Swt. Namun disamping itu ada hal lain yang menjadikan iman itu menjadi nikmat terbesar bagi kita. Yaitu IMAN ITU ADALAH CAHAYA. Cahaya yang menerangi jiwa dan relung-relung hati kita, yang disanalah sumber kehidupan dan kekuatan kita. Sumber kebahagiaan dan ketenangan kita serta sumber inspirasi dan kreasi kita.

Ikhwah fillah wal akhawat fillah...
Dalam ayat ini Alloh Swt memberikan perumpamaan hati seorang Mukmin yang diterangi dengan cahaya iman laksana sebuah lubang yang tidak tembus yang didalamnya ada sebuah pelita besar,dan pelita itu ada di dalam kaca.

Ada 3 hal yang Alloh Swt sebutkan dalam ayat ini: Pertama Lubang yang tidak tembus, kedua Pelita Besar, Ketiga Kaca.

Inilah gambaran karakter hati seorang Mukmin yang mendapatkan Cahaya iman. Pertama Lubang yang tidak tembus, ini menunjukan kekuatan dan kekokohan. Kedua Pelita Besar, Hati yang bersih dan bercahaya. Dan, ketiga Kaca, ini menunjukan kelembutan.

Ikhwah Fillah wal akhawat fillah...
Dalam melaksanakan tugas tugas dakwah kita sangat memerlukan hati dan jiwa yang seperti ini, hati dan jiwa yang kuat dan kokoh memegang teguh kebenaran, memperjuangkan kebenaran dan mengeksiskan kebenaran dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.

Kita juga memerlukan hati dan jiwa yang bersih dan bersinar, sehingga dia mampu berjalan dengan bimbingan cahaya Alloh Swt dan mampu menebar cahaya ini kepada orang yang ada di sekitarnya. Kita juga memerlukan hati dan jiwa pejuang yang lembut, yang dengan kelembutannya dia mampu memikat dan mengajak orang lain untuk bersama memperjuangkan Islam. Minimal manusia akan berputar disekitarnya karena kenyamanan dari buah kelembutan jiwanya.

Ikhwah wal akhawat fillah..
Dalam potongan Ayat tersebut ada kalimat sebagai berikut:

يكاد زيتها يضئ ولو لم تمسسه نار

Artinya: yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.

Ini merupakan karakter manusia yang fitrahnya lurus dan mendapatkan iman, walaupun dia tidak berpendidikan tinggi dan tidak memiliki ilmu yang luas, namun dia memiliki fitrah yang lurus dan keimanan. Maka keluar dari dirinya prilaku kebaikan, keluar dari lisannya kata-kata hikmah dan kebaikan, terlihat dari dirinya semangat kebaikan. Dan kebaikan ini akan semakin besar bila fitrah yang lurus dan keimanan yang baik itu dibalut dengan ilmu pengetahuan keislaman.

Maka, terkumpullah dalam dirinya tiga Cahaya: 1. Cahaya Fitrah 2. Cahaya Iman dan 3. Cahaya Ilmu Agama. Ketika ketiga cahaya ini berkumpul dalam diri seorang manusia maka insya Alloh akan banyak kebaikan yang bisa dia lakukan dan sebarkan. Itulah diantara makna نور على نور Cahaya di atas Cahaya.

Apakah kita sudah mengambil 3 Cahaya itu?. Semoga sudah.

Allohu Akbar wa lillahilhamdu.

14 Safar 1435 H

Dari Meja Ketua DPW PKS Kepri
Abdul Rahman bin Abdul Majid

Post a Comment

 
Top