GuidePedia

0

Dugaan kasus korupsi yang dilakukan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, membuat PKS makin terpuruk. Banyak lembaga survei merilis partai dakwah itu memiliki elektabilitas rendah.

Namun Presiden PKS Anis Matta berkata lain, menurutnya elektabilitas partainya versi internal berbeda dengan hasil survei versi lembaga survei selama ini.

"Kami tidak ingkari survei yang beredar, anggap saja benar. Mudah-mudahan hasilnya tidak begitu. Tapi kalau internal kita juga lakukan survei, hasil beda. Not bad lah," ujar dia di Jakarta kemarin (Kamis, 5/12).

Jelas Anis, selama 10 bulan keliling ke daerah, Ia merasa PKS makin solid dan terbukti menang di berbagai Pilkada. Diantaranya di Sumatera Utara, Jawa Barat, Padang, Garut, Karanganyar, Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan dan Seruyang Kalimantang Tengah.

Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, selama kepemimpinannya, Ia akan fokus pada membangun sistem demokrasi internal. Salah satunya mengakomodasi suara-suara kader untuk menetapkan calon presiden (capres) dari PKS yang akan berlaga pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 melalui mekanisme pemilihan umum rakyat (permira).

"Dalam periode saya ini, saya hanya ingin mewariskan satu sistem rekrutmen kepemimpinan yang terbuka dan transparan serta melibatkan semua kader. Itu terutama misi saya," tandas Anis. [rus]
sumber : rmol.com

Post a Comment

 
Top